Anggota DPRD Luwu Mulai Angkat Bicara Soal Pansus Penanganan Covid 19

  • Whatsapp
Anggota DPRD Luwu

Luwu, Portalnews.co.id – Rapat Paripurna DPRD Luwu yang secara resmi digelar, pada hari Rabu, 3 Juni 2020. Terkait dua usulan, salah satunya Pansus. Mendapat perhatian khusus oleh sejumlah Perwakilan Fraksi, dan Anggota DPRD Luwu sebagai wakil Rakyat.

BACA JUGA : Soal Pelantikan ASN, Begini Tanggapan Kabid Mutasi BKPSDM Luwu dan Komisi II KASN

Bahwa dimana, ada penolakan oleh sejumlah Fraksi. Kurang lebih 4 Fraksi. Yakni (PDIP, Golkar, Perindo, Gerindra) menolak membentuk pansus dan menawarkan opsi lain untuk membentuk Panja (Panitia Kerja) Untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Read More

Sekaitan hal tersebut, Anggota DPRD Luwu dari Fraksi Nasdem saat dimintai tanggapannya menjelaskan “Saya kira mengenai perbedaan pandangan itu biasa, tetapi semua fraksi ingin melakukan pengawalan terhadap penanganan covid oleh pemerintah daerah melalui tim khusus dilegeislatif. Untuk membantu pemerintah, agar penanganan covid lebih efisien dan efektif. Baik segi teknis, maupun kebijakan penggunaan anggaran. Ungkap Yani Mulake Anggota DPRD dua periode dari dapil 4.

Tak hanya itu, Sang Mutifator Anggota DPRD Luwu dari Fraksi Golkar asal pemilihan dapil dua, dan dua periode ini juga tak mau ketinggalan dalam menyampaikan hak-hak suaranya sebagai keterwakilan rakyat. Baik di Parlemen maupun publik. Sebut saja Andi Muharrir saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa yang usung untuk saya tidak setuju dengan pansus. Karena jelas pengawasan kinerja pemerintah. Itu sudah melekat di tugas anggota dewan, jadi untuk apa pansus. Ungkap Andi Muharrir. Kamis malam (4/6/2020).

BACA JUGA : Pungutan Liar SMANSA Belopa Berfariasi, Paling Besar Kelas XII

Lanjut Andi “Dan mekanisme pembentukan pansus tidak sejalan dengan pengetahuan saya, menurut saya bahwa pansus di bentuk.

1. Ada pelaporan kajian apa yang mau di pansus kan.
2. Pengusul harusnya memaparkan di sidang paripurna tujuannya.
3. Meminta masing masing
Fraksi untuk tanggapi dan persetujuannya, baik secara tertulis bukan lisan.
4. Kalau setuju, maka pimpinan meminta Fraksi untuk memasukkan nama untuk menjadi anggota pansus.
5. Paripurna pembacaan anggota pansus. Tapi itu tidak di lakukan. Jadi Fraksi Golkar tidak memasukkan anggotanya untuk masuk di pansus tersebut”. Kunci Mantan Ketua DPRD Luwu periode 2014-2019. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia