Corong Agama Pemicu Konflik Warga, Pembangunan Musholla Dinilai Cacat Hukum dan Beraroma Pungli

  • Whatsapp
Corong Agama Pemicu Konflik Warga

Luwu, Portalnews.co.id – Pembangunan Musholla bermuara masjid Pasar Sentral Suli dinilai tidak sesuai Prosedur alias salah bestek hingga ke regulasinya, yang terletak di lingkungan Banawa, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang dibangun sejak 2019 lalu. Dan dinilai cacat hukum “cacat administrasi”.

BACA JUGA : Pekerjaan Jalan Trans Luwu – Toraja, Dinilai Rugikan Pengendara Hingga Mengganggu Kesehatan Warga

Hal ini diketahui, dengan adanya aduan warga maupun surat Lurah Suli nomor 001/MKS/XII/2019 Pertanggal 30 Desember tentang penolakan pembangunan mesjid, dengan Surat Kepala Desa Nomor : 421/DM/IX/2019 Selaku pemohon, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Luwu Nomor : 535/XI/2019 tentang penetapan lokasi pembangunan masjid pada lokasi pojok selatan pasar sentral suli Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Dimana pada hari Senin, 23 Desember 2019 Sukmawati Gusalim, SP. M.Si (44 thn) selaku Lurah Suli, mengadakan pertemuan dengan mengundang Camat Suli, Kepala Desa Murante, Kapolsek Suli, Danramil Suli, Kepala Pasar Sentral Suli serta beberapa tokoh agama dan tokoh Masyarakat. Pertemuan itu bertempat di kantor Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Corong Agama

Tak hanya itu, pembangunannya ini juga dibangun dengan adanya proposal bantuan pemerintah. Namun tahapan pembangunan awalnya dimulai dengan memintah sumbangan dana swadayah masyarakat dalam bentuk donatur yang dikumpulkan dari dua wilayah. Yakni, masyarakat Desa Murante maupun Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Baik dalam bentuk bantuan Dana, Bantuan Batu Merah, Bantuan Semen maupun adanya pergantian persuratan administrasi yang dinilai salah penulisan alias cacat hukum.

Meski demikian, pembangunan musholla bermuara masjid itu tetap saja dilakukan, tanpa memperhatikan titik-titik syarat kordinat pembangunan tersebut. Dan hal ini ditanggapi oleh Ilyas Mappewali Selaku Camat Suli menjelaskan “Saya belum tahu itu, yang kami tahu itu swadayah. Bukan Masjid, musholla- musholla yang disudut-sudut itu. Jadi yang setahu saya sampai yang sekarang ini karena belum ada informasi bahwa ada uang pemerintah, yang saya tahu itu swadayah masyarakat dan sekitarnya”. Imbuh Camat. Rabu sore (24/6/2020) pukul 17:16 (Wita)

“Jadi begini, itu juga sudah diklarifikasi. Bahkan sudah sampai ke Pak Bupati Kemarin, Alhamdulillah sudah diperbaiki, surat rekomendasi atau bentuk apa ya dari dinas pertanahan. Perintahnya Pak Bupati, karena Pak Bupati sudah pending itu. Ada salah penulisan rupannya bahwa letaknya di desa murante, padahal kelurahan dan itu sudah diperintahkan ke dinas terkait, dinas pertanahan untuk memperbaiki. Mudah-mudahan ada, karena sudah ada perintah beliau. Maksudnya diperbaiki administrasi yaitu, keliru bukan desa murante, tetapi dikelurahan”. Lanjut Ilyas lagi.

“Jadi saya kira ini kebetulan bukan saya teknisnya, leding sektornya itu. Tetapi namun demikian pada saat direncanakan pertama itu, saya konsultasikan kepada Pak KUA. Bagaimana mi itu, apa ji mau dibangun masjid atau musholla, saya katakan informasinya dari panitia ini musholla. Diharapkan belum ditempatkan untuk sholat jumat, untuk sholat lima waktu ya boleh. Sholat jumatnya di masjid besar. ehhh… bukanlah tidak boleh sholat jumat disitu, itulah tadi ndi saya katakan tadi, saya tidak tahu itu. yang saya tidak paham, jadi saya tanya Pak KUA. Bagaimana itu jarak pembangunan musholla, mushollah kah, saya katakan ia, ada dia sebutkan itu hari, untuk mengenai ada jarak bisa bangun antar masjid ataupun mushollah, ini saya lupa juga nanti kusampaikan kepada Pak KUA”.

BACA JUGA : Tak Hanya Warga Sipil di Pungli, Anggota TNI Pun Diembat Aparat Lurah

“Itulah nanti kita cerita sama Pak KUA, ini musholla dibangun dikompleks pasar sentral suli, musholla, bukan masjid. Jadi ada sepertinya menurut petunjuk, masuk musholla atau masjid. Sampai saat ini, bukan tidak boleh tetapi diharapkan supaya tidak ditempati dulu sholat jumat, nanti sholat jumatnya satu minggu itu dimasjid. Mengapa itu karena, ya maklum itulah kita disini masih kurang. Mengenai itu, saya kira bukan kita lagi masing-masing lah  artinya mo sholat. Yaa saya, soalnya tidak berani berkomentar terlalu jauh mengenai itu, teknis agama. Makanya itu sudah diperbaiki, apa boleh cacat hukum. Saya tidak bisa melakukan tidak boleh-tidak boleh, karena ada departemen agama. Uang rakyat, swadayah. Saya belum tahu itu karena memang ada permohonannya warga masuk ke pemda, ada permohonan untuk cairnya itu kita menunggu. Ya pemahaman saya, murni dilakukan untuk meswadayah, mengelolah. Lalu saya kira kalau hanya mengeratkan semata-mata masyarakat, lambat prosesnya. sehingga ya mereka membuat permohonan untuk mendapatkan bantuan”. Kunci Ilyas selaku pemangku jabatan tertinggi di 12 Desa dan 1 Kelurahan di Kecamatan Suli. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia