Demi Membantu Suami, Ibu Enam Orang Anak Menjadi Petani Sampah di Luwu

  • Whatsapp

Luwu, Portalnews.co.id – Kabupaten Luwu dikenal sebagai daerah terbesar penerima bantuan, baik dari Pemerintah pusat maupun Provinsi Sulawsi Selatan untuk mensejahterahkan rakyatnya, namun hakikat berkata lain. Demi Membantu Suami, Ibu Enam Orang Naak Menjadi Petani Sampah di Luwu  dan tidak semua masayarakat Luwu tidak semua dapat merasakan kesejahteraan itu secara utuh.

 

Read More

Misalnya salah satu daerah di Kabupaten Luwu yang sudah lama menjadi Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah, yakni Desa Balubu, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Satu-satunya TPA yang di khususkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu untuk menampung sampah penduduk di Kabupaten Luwu. Selasa, (24/7/2019) pagi.

 

Dari pantauan dilokasi, terlihat sejumlah warga, termaksud dua emak-emak tiap hari mengais rejekinya menjadi kuli Sampah di TPA Tallang Bulawang.

 

Sebut saja, Ibu Rusni yang telah bekerja di TPA Tallang Bulawang mengaku sudah 10 tahun bekerja dan tidak memperoleh gaji dari pemerintah.

 

BACA JUGA : Aksi Balapan Liar Kini kumat lagi, Barang Bukti dan Pelaku Tak Ada

 

“ Sudah lama kerja, ya 10 tahun. Cari sampah-sampah yang bisa dijual kembali seperti sampah-sampah gelas-gelas yang bisa dijual” katanya.

 

Sampah tersebut dijual kembali dengan harga kurang Rp. 1000 per kg. Rusni bekerja membantu suami untuk memenuhi kebutuhan 6 orang anaknya. Selasa, (24/7/2019) pagi.

 

Tambah Rusni, “Saya bantu-bantu suami, tambah-tambah pengasilan disini. Bisa bantu pengahasilan suami yang kerja disini juga” ucap ibu 6 orang anak ini dengan wajah tersenyum malu.

 

Lanjutnya lagi, dari pagi saya sudah disini tunggu mobil kontainer dan motor-motor pembawa sampah untuk diambil sampah-sampah plastik dan kertas-kertas yang bisa dijual jawabnya sambil bekerja.

 

Terpisah, Hal senada juga yang dilontarkan ibu Manda kepada awak media ini, sudah lama bekerja mencari rupiah dari tumpukan -tumpuhkan sampah gelas-gelas bekas yang dibuang di TPA. Selasa, (26/7/2019) pagi.

 

“Saya sudah kerja lama, cari-cari rejeki disini. Sekitar 10 tahun kebetulan dekat dengan rumah dari sini, saya bekerja sampai jam 6 sore.” Katanya

 

Walau tidak dibayar Ibu Manda membantu rekan-rekan kerjanya memisahkan sampah di TPA Tallang Bulawang.

 

Salah satu rekan Ibu Manda mengatakan “ia tidak memperoleh gaji dari Pemerintah, ia hanya mencari sampah untuk bisa dijual, agar bisa terpenuhi kebutuhan hidupnya”.

 

BACA JUGA : Kebakaran Berkecamuk Di Hutan Amazon Brasil

 

Wanita paruh bayah ini bekerja dari pagi hingga jam 6 sore. Menurut rekan Ibu Manda, ia tidak hanya mencari rejeki ditumpahkan sampah tetapi juga menjaga alat-alat pengolah sampah di TPA.

 

Dari hasil investigasi di lapangan dengan para Pekerja di TPA Tallang Bulawang, mereka hanya memperoleh gaji 1 juta sebulan dan Ibu Rusni dan Manda hanya bantu-bantu rekan pekerja TPA nyambi memungut sampah-sampah plastik untuk dijual.

 

Pekerja mengharapkan perhatian Pemerintah agar ada kenaikan gaji, dan kesehatan, juga security pekerja, agar mereka bisa bekerja dengan maksimal.

 

Penulis: Jayanto

Editor: Zainuddin Bundu

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia