Dibalik Pungutan Liar SMANSA Belopa, Diduga Ada Aktor Intelektual Bersarang

  • Whatsapp
Dibalik-Pungutan-Liar-SMANSA-Belopa

Luwu, Portalnews.co.id – Berdasarkan keputusan dan instruksi Presiden telah menerbitkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar pada tanggal 20 Oktober 2016 lalu. Dan Perpres ini juga, Pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada Satgas Saber Pungli untuk memberantas praktek Pungli di Indonesia. Sebagaimana diketahui dari 30 Kategori larangan yang diatur dalam Pepres tersebut, uang biaya perpisahan masuk dalam daftar poin ke 20.

BACA JUGA : Soal Isu Sesat Covid-19, Warga Diminta Untuk Tidak Terprovokasi

Dalam menerapkan Pepres 87 Tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo, tim Satgas Saber Pungli juga  bertanggung jawab kepada Presiden, sebagaimana Pasal 1 ayat (2) Perpres ini. Menurut Perpres ini, Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana. Baik yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, terhadap adanya pelaporan penggunaan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain berkedudukan dan bertanggungjawab, tim Satgas Saber Pungli juga memberikan sanksi kepada pelaku pungli sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pasal 8 ayat (5).  Melibatkan kelompok ahli, unsur akademisi, tokoh masyarakat, dan unsur lain yang mempunyai keahlian di bidang pemberantasan korupsi atau pungutan liar, dan Perpres ini juga menegaskan, masyarakat dapat berperan serta dalam pemberantasan pungutan liar. Baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media elektronik atau non elektronik, dalam bentuk pemberian informasi, pengaduan, pelaporan, dan/atau bentuk lain. Sebagaimana diketahui, dalam pepres tersebut Komite Sekola dijadikan perpanjangan tangan Kepala Sekolah (Kepsek) untuk memungli ke wali murid.

Namun hal ini tidak selaras dengan ketentuan Pepres tersebut, sebagaimana dari penelusuran kami bahwa, ditengah-tengah pandemi Covid-19 ini. Salah satu Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Luwu di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan pada terbitan media kami yang berjudul “Pungutan Liar SMANSA Belopa Berfariasi, Paling Besar Kelas XII”. Sudah melakukan pembentukan Panitia, dan sudah melakukan  pungutan uang biaya perpisahan dari para siswa-siswi, dan acara dibatalkan.

Dikonfirmasi dengan pihak sekolah, Kepala Sekolah SMAN 1 Luwu, Nurdin Muin terkait adanya agenda perpisahan dan pungutan tersebut menjelaskan melalui via selulernya (Whatsapp), kalau disekolahnya tidak ada acara perpisahan. dan pihak sekolah tidak mengetahui adanya pungutan yang dilakukan pihak panitia. Kamis (4/6/2020) pukul 05.12 (Wita).

“Itu semuanya diserahkan ke anak-anak adek, karena kita tidak campuri. Saran saya ke mereka pertanggung jawabkan dana yang telah mereka kumpul, bagaimana tindak lanjutnya kalau mereka tidak laksanakan perpisahan. Sebaiknya dia rapat dengan panitia osis MPK dan laporkan hasilnya ke komite sebagai perwakilan orang tua dan juga ke ketua Tim Saber Pungli kabupaten Luwu. Karena sebelumnya mereka lakukan semua atas petunjuk ketua tim saber pungli untuk jelasnya hubungi panitianya. Tks”. Kunci Kepala Sekolah SMANSA Belopa, Nurdin Muin

Dari keterangan yang dihimpun, Raihan selaku penanggung jawab Acara Perpisahan SMA Negeri 1 Belopa saat dimintai tanggapannya terkait, acara perpisahan dan apakah pungutan uang siswa-siswa sudah dikembalikan. Dan salah satu anak bendahara panitia, tidak lagi berada di belopa, yang memegang uang tersebut. Melalui akun whatsappnya. Kamis malam, (4/6/2020) pukul 08:05 (Wita).

“Iya benar kak, Belum kak sementara di akumulasi semua. Ada ha dsini kak, Ini kami semua mau rapat. Yakin kak, kah hari-hari jika ketemu kak hehe”. Lanjut Rehan

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan dengan adannya pembatalan acara perpisahan, dan pungutan kepada siswa-siswi kelas X, XI dan XII “Kenapa ada pungutan liar kak? Padahal ini sudah adami perizinan dari Saber pungli polres luwu kak, ini kak bukan pungli. Karena dalam situasi pandemi covid 19, dilarang membuat acara yang mengumpulkan massa yang banyak. Dan tanggal 5 juli nanti semua siswa mau pergi TES UTBK LTMPT untuk kuliah. Jadi jalan satu-satunya kak. Perpisahan di batalkan kak, masalah ini ads SE nya polri. Bukan pungutan, tapi pembayaran uang penamatan, dan memang di patok. Kelas 1 & 2 30 k, Kelas 3 200 K. Kenapa 200 karena kelas yang penamatan makanya banyak na kompak, Kenapa ikut membayar kelas 1 & 2 supaya membantu dari segi dana. Karena kalau kelas 3 yang membayar semua nda cukup uangnya, tiap hari saya konsul langsung SMA Kepsek ku”. Imbuhnya

Tambahnyanya lagi “Memang ini semuanya siswa yang atur. Tidak ada campur tangan unsur PTK sekolah. Unsur PTK sekolah hanya kasih dukungan dan saran. Tidak boleh campur tangan karena menghindari Pungli. Dan memang rencana ini akan ada rapat LPJ uang penamatan, dan

tiap tahun itu begitu kak. Adek kelas bantu kakaknya perpisahan. Nanti tahun selanjutnya begitu, yang terpenting itu tidak ada unsur paksaan. Ada surat pernyataannnya bersedia tidak bersedia.

Selain percakapan dilakukan via akun whatsappnya, dilakukan juga pertemuan untuk meminta klarifikasi (wawancara) terkait adanya pihak mereka diketahui sudah melakukan konfirmasi pihak Tim Saber. Dan keberadaan bendahara, namun entah mengapa pihaknya enggan bertemu dan hanya menjelaskan kalau dirinya berada disalah satu bank di kota belopa, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Maaf kak sementara urus biaya pandafataran UTBK ka, di bank kak. Insha Allah selesai baru bisa ketemu kak. Ada kak, rencana hari senin kami mau ketemu semua di sekolah. Di rumah nya kak, karena ada juga wartawan wa i. Ini kasih pusing ki kak wartawan semua, Karena semenjak na liput wartawan banyak yang angkat bicara kak. Kemarin-kemarin ndd ji pihak protes. Masa kami mau pungli nah sudah jelas-jelas tim saber pungli polres sudah kasih kami izin dan sosialisasi ke kami panitia langsung, Baru sudah ada persetujuan dari orang tua siswa. Nah ada lagi berita bilang pungli, Jelas-jelas berita yang salah kak, ada lagi bilang bendahara ku nda di belopa. Nah jelas-jelas dilarang ki kemana-mana gara corona

Tak sampai disitu, kami juga melakukan penelusuran kepada salah satu siswa selaku bendahara acara perpisahan, sebut Andi Nurul saat ingin dikonfirmasi via selulernya (Whatsapp) membenarkan dirinya sebagai bendahara Acara Perpisahan, namun tak mau dilakukan komunikasi via telepon. Jumat (5/6/2020). Pukul 18.23 (Wita).

“ Iye, Siapa ini. Iye, knp kak??. Iye kak Di rmh ji kak. Iyeee. Knpi kak, bisa ga jgn mi menelpon kak?

Bukan pungli kak, kurang tepat kayaknya itu kak. Karena nda berencana ki mau adakan perpisahan di tengah pandemic”.

BACA JUGA : Bukti Kerja Nyata Polres Luwu Dikasus Pungli Bupati Cup I, Ditunggu Sebagai Zona Bebas Korupsi

Lanjutnya lagi “Masalahnya juga kak dari judulnya sudah ta jelekkan nama sekolah ku. Orang-orang yang malas baca kalau na liat mi judulnya bisa-bisa langsung jelek pikirannya. Dimana ki tau bilang pungli kak? Dari dulu begini memang kak. Sekolah lain juga begitu. Kita yag bikin ini toh kak? Jelas mi juga apa yang na bilang kepala dinas kak. Apalagi kami ini sudah dapat izin dari polres kak. Kita baca mi dulu ini kak,

masa mau juga polres kasih ka sama temanku izin kalau na tau bilang pungli kak? Justru karena bukan pungli, makanya dikasih ki izin kak. Pak Abraham kak, atau mau ki jg ikut ke polres kak?. Bagaimana kak?”. Andi Nurul. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia