Dua Gadis Tewas di Lokasi Bekas Tambang Galian C

  • Whatsapp
Dua Gadis Tewas

Bantaeng, PortalNews.co.id – Bicara soal dua gadis tewas di lokasi bekas galian c, berinisial Res (15) dan Yul (20) tewas usai mandi-mandi di sungai Batu Doli yang terletak di Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu (24/11/2019) kemarin.

 

Read More

Lokasi tersebut, merupakan perbatasan antara Desa Barua dan Desa Lonrong. Kabarnya, sungai itu merupakan bekas galian C, yang disinyalir ilegal. Sehingga membuat sungai semakin dalam.

 

“Sungai itu memang dalam, karena beberapa bulan lalu ada pernah melakukan kegiatan Tambang Pasir galian c yang dilakukan pengusaha merupakan warga setempat, menggunakan alat berat exavator,” kata seorang warga setempat yang tak ingin disebut namanya.

 

Sementara itu, salah satu aktivis di Kabupaten Bantaeng, Aidil Adha menyayangkan adanya tambang pasir di sungai itu hingga harus merenggut nyawa.

 

BACA JUGA : Kasi Propam Polres Gowa Pimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Quick Wins Polri Prog VI Tahun 2020

 

Selain itu, Ketua LSM Transparansi Kebijakan Pemerintah (TKP) Bantaeng ini, meminta agar pemilik dari tambang yang disinyalir ilegal itu, harus bertanggung jawab di hadapan hukum. Pasalnya dengan adanya aktifitas itu, warga setempat menjadi korban.

 

“Saya berharap kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum agar mengusut tuntas penyebab kematian dua warga yang diduga kuat tenggelam di tambang galian C ini,” jelasnya, Senin (25/11/2019).

 

Bahkan ia meminta agar Dinas Pertambangan Provinsi Sulawesi Selatan harus ketat mengawasi pertambangan yang ada.

 

BACA JUGA : Ketua Bhayangkari Cabang Gowa Laksanakan Baksos

 

Selain itu, Dinas Pertambangan Provinsi Sulawesi Selatan harus lebih ketat, dalam melakukan pengawasan dilapangan. Karena maraknya pertambangan liar di Bantaeng, agar ke depan tidak ada kejadian serupa.

 

Senada dengan itu, Sekretaris LSP3M Gempar Indonesia, Indra mengatakan, bukan hanya proses pengawasan terhadap tambang galian C yang harus diperketat. Dinas Pertambangan Provinsi Provinsi Sulawesi Selatan juga harus mengaudit ulang data usaha tambang yang ada, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

 

“Dinas Pertambangan harus mengaudit kembali data pengusaha tambang di Kabupaten Bantaeng, masih resmi atau illegal. Dan termasuk aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas akan hal ini, agar tidak terkesan pembiaran dan main mata” tegas pria berambut gondrong ini.

 

Penulis : Alimin

Editor: Zainuddin Bundu

Related posts