Gedung Termahal di Palopo Bocor, Baskom Jadi Andalan Utama

PORTALNEWS.CO.ID | PALOPO – Sejak di kerja Gedung Putih pada tahun 2017 lalu dan di fungsikan oleh Pemerintah Kota Palopo hingga tahun 2019. Gedung tersebut, terus mengalami perubahanan yang begitu dasyat.

Jika diperhatikan secara seksama, mulai dari detile tahap perwajahannya hingga terselesainya pembangunannya. Gedung tersebut menyerupai White House atau Gedung Putih tempat berkantor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Adapun rincian penggunaan anggarannya bisa dibilang sekitar Rp.50 Miliar, mulai dari tahap awal proses pekerjaan hingga terselesai pembangunannya. Adapun tahap awal penggunaan Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016, sebesar Rp. 24 miliar, dan tahap kedua mencapai Rp. 17 Milliar, dengan total keseluruhan mencapai  Rp. 41 Miliar.

Selain itu, kantor Walikota Palopo yang bertajuk Idaman itu, melanjutkan tambahan tender proyek lanjutan, sebagaimana dimaksudkan untuk merevitalisasi Lapangan Pancasila yang menelan anggaran mencapai Rp. 9 Miliar.

Adapun Gedung yang menyerupai White House atau Gedung Putih tempat berkantornya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terletak di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Senin (4/2/2019).

Pasalnya, Gedung bercat putih tersebut sering kali dikabarkan untuk melakukan perbaikkan maupun renofasi, mulai dari adanya pecahnya tehel, pintu rusak maupun WC, Pipa air bocor oleh adanya saluran air pipa yang terus merambat pada langit-langit plapon kantor, sampai ke atap-atapnya pun sudah mulai memuda, alias bocor.

Sehingga Gedung bercat putih tersebut, terus melonjat drastis pada kerusakan yang sedikit-demi sedikit terlihat mulai parah, namun tetap digunakan untuk melakukan aktifitas keseharian mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Palopo.

Tak hanya itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Palopo, Taufiq, S. Kep Ners, M.Kes saat ingin di minta tanggapanya. Terkait adanya kerusakan pada Langit Kantor Kabag Pemerintahan (Plapon Bocor ), namun tak berada di tempat. Bahkan dilakukan konfirmasi via telepon gengamnya beberapa kali, namun tak juga diangkat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan referensi bacaan publik, berita ini dilayangkan. (ZB)