HPMR Rantebelu Menolak Keras Pembangunan Objek Wisata Mangrove

PORTALNEWS.CO.ID | LUWU – Pendiri HPMR Rantebelu menolak keras pembangunan Objek Wisata Mangrove Larompong Selatan, Asdar Tahirman yang juga Pendiri Himpunan Pelajar Mahasiswa Desa Rantebelu (HPMR Rantebelu) dan dikenal sebagai Aktivis Mahasiswa Penggagas Objek Wisata Alam Air Terjun Riwang Selatan Kecamatan Larompong, kembali angkat bicara terkait pengembangan Pariwisata di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Mantan Pengurus Pusat IPMIL Luwu ini juga merupakan Inisiator Pembentukan Ikatan Mahasiswa Olahraga Kabupaten Luwu dengan tegas menyatakan sikapnya atas menolak keras pembangunan Objek wisata Mangrove yang dipusatkan di Kecamatan Larompong Selatan. Selasa (9/4/2019).

“Pembangunan Objek wisata Mangrove Kecamatan Larompong Selatan adalah sebuah pembangunan yang menghambur hamburkan uang rakyat, pasalnya lokasi yang digarap pemerintah untuk dijadikan Objek wisata Mangrove sama sekali tidak memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu objek wisata di Kabupaten Luwu. Ada kesan pemaksaan pembangunan yang dilakukan Pemerintah yang berujung uang rakyat terbuang percuma” tutur Pendiri Forum Kajian Mahasiswa Olahraga Indonesia Timur ( FKMO ) tahun 2014 ini.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan Kecamatan Larompong  tersebut Dinilainya, bahwa pembangunan objek wisata Mangrove Kecamatan Larompong Selatan. Adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak melakukan kajian mendalam, untuk menentukan Lokasi yang Strategis atau Ideal untuk dijadikan objek wisata Mangrove di Kabupaten Luwu.

“Di Kabupaten Luwu masih banyak wilayah Mangrove yang memiliki potensi besar dijadikan Objek wisata, tetapi keputusan Pemerintah menggarap wilayah Kecamatan Larompong Selatan dijadikan objek wisata Mangrove adalah sebuah keputusan Fatal yang berujung kerugian untuk Masyarakat Kabupaten Luwu”. Lanjutnya lagi

“Objek Wisata Mangrove Kecamatan Larompong Selatan menggunakan anggaran Pusat 1,5 Miliyar ditambah anggaran Dinas Pariwisata Luwu, ditaksir anggaran yang digunakan ditahap pertama kurang lebih 2 Miliar, dan ditahap berikutnya pemerintah kembali akan mengupayakan mencairkan anggaran dalam jumlah besar-besaran untuk pembangunan lanjutan objek wisata tersebut. Kami sangat mendukung penuh dan mengapresiasi upaya pemerintah dalam menghadirkan Objek Wisata Mangrove di Kabupaten Luwu. Akan tetapi kami menolak keras pembangunannya, bilamana wilayah atau daerah yang digarap pemerintah untuk dijadikan objek wisata Mangrove itu, tidak pada lokasi yang strategis atau ideal untuk dijadikan salah satu objek wisata di Kabupaten Luwu”

“Inisiator Stop Makampa Dena Kabupaten Luwu tersebut berharap pemerintah melakukan peninjauan ulang pembangunan objek wisata Mangrove Kecamatan Larompong Selatan. Dan bilamana dalam hasil kajian pemerintah menyatakan bahwa pembangunan tersebut tidak produktif untuk kemajuan kepariwisataan Kabupaten Luwu maka keputusan yang harus diambil pemerintah yaitu menghentikan pembangunan objek wisata Mangrove Larompong Selatan. Dan bilamana hasil peninjauan ulang  pemerintah menyatakan pembangunan tersebut tidak produktif untuk kemajuan kepariwisataan Luwu maka pembangunan harus dihentikan dan pemerintah harus mempertanggung jawabkan anggaran yang sudah digunakan ” Kunci Asdar Pendiri HPMR Rantebelu, Kabupaten Luwu. (ZB)