Jual Bensin Enceran Bisa Dipenjara dan Didenda Rp 30 Milliar

  • Whatsapp
Jual Bensin Enceran Bisa Dipenjara
Jual Bensin Enceran Bisa Dipenjara
Spread the love

Jakarta, PortalNews.co.id – Pertamina kembali mengingatkan kepada konsumen tentang larangan jual bensin enceran atau membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dengan maksud dijual kembali untuk mencari keuntungan. Memperjualbelikan kembali BBM yang dibeli dari SPBU Pertamina ternyata melanggar undang-undang.

 

Read More

Sales Executive Pertamina Retail IV, Benny Hutagaol menjelaskan masyarakat dilarang membeli BBM jenis apapun untuk dijual kembali karena bertentangan dengan UU No.22/2001.

 

“Siapa saja yang melanggar pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang migas bisa diancam pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 milliar,” kata Benny

 

Benny menegaskan dalam konferensinya, pelarangan ini juga berlaku pada kios-kios penjual yang memperdagangkan berbagai jenis BBM untuk mencari untung. Selasa (6/8/2019).

Jual Bensin Enceran Bisa Dipenjara
Jual Bensin Enceran Bisa Dipenjara

“Alasannya, karena hal tersebut, sangat berbahaya bagi keselamatan penjual dan orang lain. Apalagi, kalau lokasinya di wilayah perkotaan. Kecuali daerah tersebut, jauh dari SPBU,” Kuncinya.

 

Menurutnya, jika ada yang mengeluarkan rekomendasi untuk penjualan BBM di wilayah kota artinya itu salah, karena larangan sudah diatur berdasarkan UU No. 22/2001 tentang Migas.

 

“Misalnya, pelarangan pembelian BBM jenis premium. Karena oknum membeli dalam jumlah banyak, dan nantinya masyarakat yang membutuhkan Premium akan kesulitan. Serta bagi siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM telah melanggar aturan niaga BBM’’.

 

Tambah Benny ‘’hal tersebut juga dituangkan dalam pasal 55 No. 22/2001 mengenai migas dengan hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal hingga Rp30 miliar’’. Kutipnya

 

Benny mengharapkan ke depannya tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan kesempatan membeli dan menjual kembali BBM termasuk jenis premium.

 

Dalam pengawasan penjualan di SPBU, pihaknya menggunakan CCTV atau kamera tersembunyi guna mencegah terjadinya penyelewengan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. (Kukunsasmito)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.