Kado Terindah Buat Presiden Jokowi di Akhir Masa Jabatan Mulai Muncul

0
937
Kado Terindah Buat Presiden Jokowi di Akhir Masa Jabatan Mulai Muncul
loading...

PORTALNEWS.CO.ID | JAKARTA – Kado Terindah Buat Presiden Jokowi di Akhir Masa Jabatan Mulai Muncul dengan adanya suara sentuhan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim membuat heboh birokrat pemerintahan Jokowi dengan membuat pengumuman yang mengagetkan oposisinya. Pertanggal  1 Februari 2019 nanti, dia mengundurkan diri setelah tujuh tahun di posnya.

Sebelum mengambil sikap untuk mengundurkan diri nantinya, Kim rupanya sudah menyiapkan “Kado khusus untuk Presiden Residen Indonesia Dr. Jokowi Widodo.

Jim Yong Kim selaku Presiden Bank Dunia menyebut proyek infrastruktur di Indonesia berkualitas rendah, tidak memiliki kesiapan, dan tak terencana secara matang. Bahasa gampangnya, asal jadi.

Hal ini menjadi sebuah penilaian yang sangat keras bagi jokowi, terbuka dan blak-blakan yang tak lazim disampaikan sebuah lembaga dunia, terhadap suatu negara yang berdaulat seperti Indonesia.

Selain itu, diksi yang dipilih oleh Bank Dunia ini menunjukkan level infrastruktur kita susah untuk digambarkan. Barangkali kata yang paling pas adalah sudah kebangetan.”

Penilaian tersebut itu muncul dalam hasil laporan edisi Juni 2018 berjudul Indonesia Infrastructure Financing Sector Assesment Program (InfraSAP), bahwa reputasi proyek di Indonesia berkualitas rendah dan tidak direncanakan dengan baik dalam kurun waktu terakhir.

Laporan Bank Dunia ini jelas merupakan pukulan telak bagi Pemerintah Jokowi. Infrastruktur sebagai jualan utama program primadona pada kampanye Pilpres 2019. Berdasarkan sejumlah survey.

Selain sederhana, dan blusukan yang mulai meredup sebagai citra adalan yang kuat pada Presiden Jokowi untuk mewujudkan sebuah keberhasilan dalam pencapaian pembangunan infrastruktur, kini mulai merosot.

Dengan adanya laporan itu, membuat Jokowi menggeber habis program tersebut. Dia juga menargetkan sejumlah proyek infrastruktur yang di canangkannya harus sudah selesai sebelum bulan April 2019, saat pemilihan presiden (Pilpres) akan dilaksanakan.

Saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, (27/11/2018), secara terbuka Jokowi mengakui hal itu. Dia minta Jalan Tol Bakauheni ke Palembang bisa selesai sebelum April 2019. Tidak boleh bulan Mei atau Juni seperti rencana semula.

Selain untuk memperlancar arus lebaran di Sumatera, Jokowi mengaku  selesainya jalan tol itu sebagai jualan kampanye. Udah kita blak-blakan saja,”Ujar Jokowi disambut tawa hadirin.

Adapun pembangunan di daerah Pulau Sumatera, juga menjadi salah satu front pertempuran yang harus dimenangkan Jokowi, bila ingin melenggang kembali sebagai presiden.

Berdasarkan  hasil  sejumlah survei, suara Jokowi di seluruh Sumatera anjlok. Dari total jumlah DPT 2019 sebesar 192 juta pemilih, Sumatera menyumbang suara 21%.

Munculnya laporan itu  di sejumlah media, semula dibantah oleh Bank Dunia. “Kami ingin memberikan klarifikasi bahwa laporan ini selesai ditulis pada tahun 2014 sebelum Presiden Jokowi dilantik,” ujar Senior Communications Bank Dunia Lestari Boediono seperti di yang dilansir dari CNN. (Int)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here