Kanit Tipikor Polres Luwu Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungli, Bertarif VIP

  • Whatsapp
Kanit Tipikor

Luwu, PortalNews.co.id – Tim saber pungli Kanit Tipikor Polres Luwu diminta usut tuntas dugaan pungutan liar (Pungli), saat menjelang pembukaan Turnamen Bupati CUP I.

 

Read More

Dengan adanya isu tersebut, bagi para pedagang  yang memiliki gerobak, dan mau berjualan di lokasi tersebut. Diminta melakukan pembayaran penggunaan tempat untuk dagangannya, tepatnya dipingir lapangan Andi Djemma Belopa, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Selain perbincangan antar sesama penjulan, hal itu juga menjadi perbincangan hangat di media soal.

 

Pasalnya, para pelaku UKM lokal yang hendak berjualan dilokasi tersebut. Dipatok sebesar Rp 1 Juta hingga 1,5 Juta Rupiah.

 

BACA JUGA : Hasil Proses Pemeriksaan Internal Bawaslu, Belum Jelas

 

Tak hanya itu, unggahan yang dilayangkan oleh salah satu pemilik akun facebook Fhadly Fhaddock Tenryliweng, dikomentari hingga ratusan komentar oleh nitizen.

 

Dalam unggahannya Fhadly membeberkan jika para pemilik gerobak dibebankan Dana sebesar  Rp 1 Juta untuk tempat biasa, dan untuk tempat VIP sebesar Rp 1,5 Juta Rupiah pada tanggal 15 Januari 2020. Dan para pemilik gerobak, juga dimintai menjadi sponsor dalam event olahraga tersebut.

 

Selain itu, salah seorang pemilik gerobak yang sudah menyetor Dana sebagai DP (Panjar) sebesar Rp 500 Ribu Rupiah, kepada salah satu oknum berinisial YS, yang ditugaskan untuk memungut Dana tagihan pemilik gerobak dilapangan. Dan membenarkan adanya pungutan bagi mereka.

 

Dari keterangan yang dihimpun, Achmad menjelaskan bahwa Ismail Wahit selaku Ketua TIM Turnamen Bupati CUP I, saat dimintai tanggapannya melalui telepon selulernya, tidak membenarkan adanya pungutan atas nama pengurus panitia turnamen itu.

 

‘’Itu tidak benar saudara, kami tidak pernah tahu masalah itu, pun kalau ada mungkin itu inisiatif AU saja. Kalau dari panitia tidak ada seperti itu’’ Ungkap Ismail Wahit saat dikomfirmasi

 

BACA JUGA : Kasus Mantan Sekertaris Bawaslu Luwu, Masuk Dalam Tahap Kedua

 

Terpisah, saat AU dikonfirmasi memalui telepon seluler pribadinya. Justru mengatakan bahwa dirinya bertindak atas nama panitia.

 

‘’Saya bertindak kanda atas nama panitia, dan uang yang saya pungut. Saya akan serahkan kepada panitia, dan nantinya saya akan dilaporkan’’.

 

Tambah AU ‘’juga membenarkan nilai tarif yang ditentukan untuk VIP sebesar Rp. 1,5 Juta Rupiah, dibagian selatan lapangan. Dan yang di timur lapangan sebesar Rp 1 Juta Rupiah’’ Beber AU

 

Sekaitan dengan dengan hal itu, pungutan liar (pungli) event bertajuk Turnamen Bupati CUP I itu, masih menyisahkan pertanyaan. Sebab sumber menjelaskan adanya surat pelaporan yang diajukan kepihak Polres Luwu, nomor  : 097/II/2020/TEROPONG dengan perihal : laporan pengaduan dugaan pungutan liar, dan pemanfaatan lahan milik negara. Tidak sesuai mekanisme dan aturan hokum pada tanggal, 07 Februari 2020 hingga kini belum ada kejelasan.

 

Adapun oknum yang mengatasnakaman Panitia, dan melakukan pungutan liar (Pungli). Berinisial YS, AU, AS dan IS, belum ada kejelasan dari pihak penyidik. Selasa (12/2/2020). (ZB)

Portal-News-720x90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia

Related posts