Kapolda Sulsel Baru Diminta Usut Tuntas Kasus Pengancaman Jurnalis

by -5 views
Kapolda Sulsel
Kapolda Sulsel

Makassar, Portalnews.co.id – Dengan adanya kepimpinan Nahkoda baru, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, jenderal polisi bintang dua kelahiran Kota Parepare itu diminta untuk mengusut tuntas kasus pengancaman jurnalis oleh oknum Anggota DPRD Luwu Timur terpilih, Irmanto Hafid, yang semenah-menah menunjukan sikap arogansinya Jurnalis/Wartawan Batarapos pada hari Kamis (29/8/2019).

 

Selain menangih tugas dan kewajiban, Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Hamidin Kapo saat bertandang Ketua DPD JOIN Kota Makassar, Sabri, SKM, M.Kes, dan sejumlah DPD JOIN Kabupaten. Agar bisa menunjukan sikapnya sebagai pengayom dan juga pelindung Jurnalis/wartawan sebagaimana diharapkan untuk mengusut tuntas kasus pengancaman Jurnalis oleh Oknum Anggota DPRD Luwu Timur beberapa waktu lalu.

 

“Kami tegaskan kembali kepada Kapolda Sulsel terpilih untuk mengawal kerja-kerja Polres Luwu Timur dalam menjalankan tugas mulianya. Sebagaimana diketahui, proses hukum atas perbuatan oknum tersebut belum diketahui status hukumnya hingga kini”.

 

Tak hanya itu, ia mengharapkan agar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe selaku nahkoda baru untuk bisa menunjukan sikap atas adanya laporan kami.

 

‘’hal ini kami lakukan agar tak ada kesan yang namanya pembiaran atau semau guwe. Karena oknum tersebut dinilai sudah mencederai profesi Jurnalis/Wartawan’’ Ungkit Sabri saat dihubungi via telepon selulernya. Jumat (6/9/2019).

 

“Selamat pulang kampung bertugas Ayahanda Mas Guntur Laupe, kami berharap kasus intimidasi dan pengancaman Jurnalis oleh oknum anggota DPRD di Luwu Timur dapat diusut tuntas ,” Tambah Sabri

 

Kapolda Sulsel
Kapolda Sulsel

 

Lanjut Plt JOIN Kota Makassar, Sabri mendesak kepolisian lebih transparan dan akuntabel dalam menangani perkara dugaan intimidasi terhadap jurnalis. Sebab, bila hal itu tidak dilakukan maka dapat menimbulkan preseden buruk bagi wakil rakyat di masa depan.

 

“Kami ingin semua kasus itu diproses ke pengadilan, biar tidak menjadi preseden buruk dan kekerasan terhadap jurnalis tidak berulang. Sebagai wakil rakyat di DPRD mestinya mampu menjadi pengayom” tegasnya.

 

Kronologi Pengancaman Terhadap Jurnalis di Luwu Timur

 

Diketahui Hasmin Syarif tercatat sebagai pimpinan perusahaan PT.Media Batara Hani Tech yang bergerak dibidang media, dan sekaligus tercatat sebagai pemimpin redaksi media batarapos.com, selain itu juga tercatat sebagai wartawan  TVOne Luwu Timur.

 

Dalam rilis pemberitaan beberapa terbitan media batarapos.com berjudul “Indonesia Merdeka 74 Tahun, Bidan di Burau Dijajah 7 Bulan”, Berita tersebut mengupas tentang seorang bidan bernama Rosalina tidak mendapat gaji selama tujuh bulan di Puskemas Mess Lauwo, di Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.

 

Akibat dari pemberitaan ini seorang anggota DPRD  seperti  menyimpan dendam terhadap Hasmin Syarif yang diketahui merilis berita tersebut, setelah bertemu dan berpapasan ditengah keramaian sebuah pesta.

 

“Saya tikam nanti Itu Hasmin”, tutur saksi mata Sainuddin Ransa saat kejadian yang turut menghalangi langkah Irmanto Hafid mencoba mendekati dan diduga berencana ingin melakukan aksi penganiayaan secara fisik terhadap wartawan Hasmin Syarif.

 

Selain itu ia mengepalkan tangannya sambil berkata “Coba Tidak Ada Hukum, Saya Habisi Ko Disini,” kata manta yang ditujukan kepada anggota JOIN Luwu Timur. (ZB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *