Kasus Dugaan Pungli Bupati CUP I Bertarif VIP, Satu Terlapor Lolos

  • Whatsapp
Kasus Dugaan Pungli Bupati CUP

Luwu, Portalnews.co.id – Sekaitan dengan adanya kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) Bupati Cup beberapa waktu lalu, hingga kini masih menyisihkan pertanyaan bagi pelapor terkait, ketidak hadirnya seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Sekretaris Camat (Sekcam) Belopa, Ismail Umar, SE  namanya tidak tercantum dalam surat gelar perkara. Sebagaimana tidak sesuai mekanisme dan aturan hukum.

Adapun oknum yang mengatasnakaman Panitia, dan melakukan pungutan liar (Pungli). Berinisial YS, AU, AS dan IS.

BACA JUGA : Selain HY, Ada 4 Orang Akan Dilakukan Pemeriksaan Penangann Covid 19

Para pelaku UKM lokal yang hendak berjualan dilokasi tersebut, dipatok hingga Rp 1 Juta hingga 1,5 Juta Rupiah, yang berlokasi dipingir lapangan Andi Djemma Belopa, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagaimana uraian pelapor dengan perihal : laporan pengaduan dugaan pungutan liar, dan pemanfaatan lahan milik negara. Tidak sesuai mekanisme dan aturan hokum pada tanggal, 07 Februari 2020 lalu, hingga kini belum ada kejelasan.

Tak hanya itu, kasus ini ditangani langsung  Pihak Kepolisian Negera Republik Indonesia Daerah Sulawesi Selatan Polres Luwu, surat nomor : B/33/IV/2020/Reskrim pertanggal 14 April 2020.

Sekaitan dengan adanya surat tersebut, para pelapor merasa ada indikasi yang tidak sesuai dengan adanya surat tersebut.

Satu Terlapor Lolos

Pasalnya Sekretaris Camat (Sekcam) Belopa, Ismail namanya tidak tercantum dalam isi surat gelar perkara itu. Sebab dalam laporan awal pihaknya, dan beberapa rekannya juga menyampaikan lebih dulu dengan adanya indikasi oknum berlatar Penegawai Negeri Sipil itu.

“Jelas terlibat sekcam, karena dia yang sosialisasikan dana tersebut kepengerobak sebelum pindah. Kalau masalah ada atau tidak ada dana yang dia dapat, saya tidak tahu itu. Kalau eksekusi dilapangan pak sekcam, saddang, dan yunus sosialisasikan’’. Kamis (30/4/2020).

Lanjutnya lagi “Iya ada yang mendatangani, ada juga tidak. Itu surat dibuat sebelum event berakhir, malam tanggal 13 Februari 2020, ada dokumenya kami foto. Nanti setelah adanya laporan saya di polres baru dia buat surat. Tidak ada surat-surat dari awal soal lahan’’.

BACA JUGA : Peduli Kemanusiaan DPD Join Luwu Gertang Covid 19

Sekedar diketahui, kalau selamai ini Taman Terbuka Kuliner Millenial Simpurusiang atau yang di populerkan dengan istilah Tante Kumis, itu tidak lihat draf kestrukturalnya. Hanya lewat mulut saja, dan sekcam belopa sebagai penasehat. Kuncinya Fhadly Kamis (30/4/2020).

Terpisah, penyidik Pembantu BRIPKA Ibrahim saat dihubungi via selulernya (Whatsapp) untuk dimintai tanggapannya terkait adanya surat tersebut, dia belum memberikan tanggapan hingga berita ini dilayangkan untuk dijadikan konsumsi publik. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia