Kinerja Dinas Terkait di Pertanyakan, Menjelang Aidul Adha

  • Whatsapp

Luwu, PortalNews.co.id – Menjelang hari raya Aidul Adha, kinerja dinas terkait di pertanyakan atas adanya kelangkaan dan harga Gas Elpiji yang terus semakin mencuat di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Ema-ema resah atas kelangkaan Gas Elpiji tersebut.

 

Read More

Apa susahnya Dinas Perdagangan Luwu segera mengatasi harga Gas Elpiji yang semakin menggila, sampai harganya bisa  mencapai Rp.50.000/Tabung.

 

Dari hasil penulusuran yang dihimpun media ini, di beberapa tempat seperti di daerah Tadette, Belopa sejumlah warga yang tak ingin dimediakan namanya menjelaskan, bahwa harga Tabung Gas mencapai Rp 30.000 Ribu per/tabung, dikarena para penjual membeli di agen dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Bebernya

 

‘’Harga pertabung bisa mencapai Rp 22.000 hingga Rp 25.000,- dan Rp 28.000,- Per/tabung, sebelum lebaran Idul Fitri, namun sekarang kami sudah tidak dikasih lagi. Dan menjualnya kepada yang lain’’.

Kinerja Dinas Terkait di Pertanyakan
Gas Elpiji

Selain warga Tadette, di wilayah, Belopa, Suli, Larompong dan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Isu harga Tabung Gas yang melangit, itu benar adanya dengan beberapa informasi warga yang dihimpun.

 

Sebut saja Okto Warga Suli, saat ditemui media ini menjelaskan ‘’Memang toda harganya melangit, mungkin karena momentnya dinda’’. Kuncinta (8/8/2019).

 

Lanjut Okt lagi ‘’Seperti yang ada di daerah pangkalan suli, harganya dipatok Rp. 20.000 Per/tabung Gas. Sedangkan di kios-kios dijual lagi dengan harga Rp 25.000,- hingga Rp 28.000,- Per/tabung Gas’’. Bebernya

 

As, juga menambahkan ‘’Kalau Belopa dan Jawaro itu, bisa sampai Rp 22.500 Per/Tabung dipangkalannya, tidak tahu kalau di tempat lain.

 

Usni juga menuturkan,’’Jangan heran ki daeang, momennya mi‘’

 

Lamasi, Bapak Reza ‘’daerah ku ada yang jual hingga Rp. 35.000,- Per/Tabung’’

 

Sekaitan dengan hal tersebut diatas, Aktivis Pemantau Kinerja Pemerintah Dan Masyarakat (PKP-M) Andi Baso Juli, SH menanggapi, ‘’jika terjadi kelangkaan Gas Elpiji di Luwu, mesti Pemerintah Dinas terkait segera mengambil sikap. Dan jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Pasalnya, Pihak agen jangan juga memanfaatkan moment Aidul Adha untuk meraup keuntungan. Tentunya masyarakat pula terjerat karena kebutuhan, mau tidak mau’’. Ujarnya.

Kinerja Dinas Terkait di Pertanyakan

“Jika orang melakukan kenaikan harga Gas Elpiji 3 kg bersubsidi tanpa di dasari aturan, maka berdasarkan UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi Pasal 55 dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)”.

 

Dengan adanya kelangkaan Gas Elpiji hingga mencapai diatas HET, menjelang Hari Raya Aidul Adha. ‘’Maka segera laporkan ke pihak Dinas terkait dan kepolisian. Agar pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku’’.

 

Ia mencontohkan, bahwa pada bulan mei 2019 lalu, sebelum hari raya idul fitri kelangkaan itu sudah terjadi diwilayah Padangsappa, Kecamatan Pondrang, Kabupaten Luwu pernah juga terjadi sejumlah warga keluhkan kelangkaan dan Harga Gas Elpiji 3 Kg, dan pihaknya sudah mediasi ke Pihak Instansi

 

“janganlah pengusaha mengambil kesempatan dan mencari untung, malah akhirnya buntung” Kunci Andi Baso Juli.

 

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Hj. Wahida, S.Sos saat dihubungi media ini melalui via tlpn dan pesan whatsappnya tak memberikan tanggapan, hingga berita ini dilayangkan ke publik. Minggu dini hari (10/8/2019).

 

Tak hanya itu, pihak pertamina juga sudah melayangkan Siaran persnya sebelum perayaan idul adha berlangsung, dan kembali menambah pasokan LPG Subsidi 3 Kg, pada awal agustus 2019 di Sulawesi Selatan. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia