Lurah Suli Bakal Dihering Ke DPRD Luwu

  • Whatsapp
Lurah Suli Bakal Dihering

Luwu, Portalnews.co.id – Sekaitan dengan adanyanya informasi pengangkatan pegawai syara masjid Nurul Jannah Banawa, Lingkungan Banawa, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Selasa siang (09/06/2020). Di respon positif, dan nilai telah mencederai demokrasi dalam menyalahgunakan jabatannya selaku Lurah, pada tanggal 05 Juni 2020 kepada tiga orang pengurus pilihannya.

BACA JUGA : Lurah Suli Dinilai Arogan Dan Tidak Paham Konteks Demokrasi

Pasalnya Lurah Suli, Sukmawati Gusalim sudah sering kali dan tak asing atas sikapnya semasa menjabat menjadi lurah kepada warganya yang tak etis dan terkesan semenah-menah.

Read More

Bahkan diketahui, selain pengangkatan sepihak atas pengurus pegawai syara. Lurah Suli juga tengah melakukan terang-terangan pemecatan sepihak di kantor kelurahan oleh satu satu Kepala Lingkungan Kampung Baru, dengan melayangkan surat pemberhentian, dengan dalil atas adanya desakan masyarakat pada sekitar bulan februari lalu.

DPRD Luwu

Saat dihubungi, . Pihaknya sangat terpanggil sebagai  wakil rakyat Anggota DPRD Luwu, Sri Astuti yang juga berada di Komisi I, Bidang Hukum dan Pemerintahan menjelaskan tengah menindaklanjuti infromasi-informasi warga tentang perkara-perkara tersebut. Sabtu malam (13/6/2020) pukul 22:01 (Wita) melalui telepon selulernya (akun Whatsapp).

“Untuk masalah kepala lingkungan memang ada undang-undang yang menetapkan aturan untuk pengangkatan dan pemberhentian, dan memang menurut pengakuan kepala lingkungan, diberhentikan secara sepihak oleh lurah suli, pastinya ya cacat hukum. Dan juga sudah mengangkat kepala lingkungan yang baru tanpa pemilihan masyarakat lingkungan baru, sepertinya penunjukan langsung”. Ungkap Anggota DPRD Luwu Sri Astuti dari Fraksi PKS, dapil II meliputi Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong, dan Larompong Selatan.

BACA JUGA : Lurah Suli Dinilai Arogan Dan Tidak Paham Konteks Demokrasi

Lanjutnya lagi, “Oo iya, tapi itu surat belum ditindak lanjuti karena terbentur waktu itu. Banyak perjalanan dinas, kalau untuk masalah pungli sertifikat dan tidak menandatangani hak tanah orang yang sudah putus pengadilan. Saya belum tau masalah itu dinda, sampai saat ini pemenang belum bisa urus sertifikat.?”.

“Selain masalah kepala lingkungan ada masalah imam mesjid, itu perkara yang paling sakral. Dan tidak bisa dibiarkan, pasti akan kita tindaklanjuti masalah itu. Kalau untuk kepentingan rakyat, Insyaa Allah saya akan memperjuangkan. Wong….. saya di gaji sama uang rakyat kok”. Kunci Anggota DPRD Luwu, Sri Astuti yang membidangi Komisi I ini. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia