PORTALNEWS.CO.ID | LUWU – Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kabupaten Luwu, Jumardi Ambo Sakka mengungkapkan ada beberapa persoalan yang terkait dengan ketidak sesuaian antara gambar (Spek) dengan pekerjaan dalam pembangunan pasar Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Rabu (2/01/2019).

Selain itu, Jumardi juga menambahkan “Bahwa dia sudah konfir kepada kepala pemborong (Pekerja) sejak akhir bulan desember (2018) lalu. Hasil konfirmasi Jumardi katanya bahwa pembangunan pasar kecamatan bua sudah dua kali membangun bangunan pasar dalam tahun 2018 kemarin

“Pembangunan tahap pertama kami tidak pantau, karena tidak ada riak-riak terhadap masyarakat sekitar pasar dalam hal ini pedagang. Namun pembangunan yang terakhir di 2018 banyak persoalan mulai dari ukuran matrial, merek (spesifikasi) sampai ada beberapa pekerjaan dalam gambar tidak dikerjakan. Bahkan papan proyek pun tidak dipasang”. Sambung Jumardi

“Kemudian sampai saat ini, pembangunan pasar Kecamatan Bua belum selesai, ini kan sudah menyebrang. Katanya, karena pekerjaan tahap dua ini dikerjakan sejak pertengahan 2018 dan rata-rata waktu pembangunan suatu proyek pemerintah itu 120 hari paling lambat”. Tandasnya

Disisi lain Mahmuddin alias Maha saat dikonfirmasi media ini, Maha mengatakan “Sebagai kontraktor dalam pekerjaan ini yang akan bertanggung jawab. Maha membenarkan adanya kesalahan, tapi hanya pada pemasangan kramik dan salah satu pemasangan tembok pada bangunan pemotongan hewan yang kelihatan miring”.

Lanjut Maha “Bahwa ini adalah kesalahan para pekerja yang di pimpin oleh Bambang, karena mereka bekerja tidak sesuai dengan hasil kesepakatan awal dan mereka tidak komitmen bekerja. Bahkan Bambang sebagai kepala pemborong telah melarikan upah kerja sebesar Rp.175 Juta rupiah”. Tegas Maha (Arif/Al).