Presiden Joko Widodo Ke Palopo di Sambut Aksi Demo dan Dilempari Kertas

0
332
Presiden Joko Widodo Ke Palopo di Sambut Aksi Demo dan Dilempari Kertas2
loading...

PORTALNEWS.CO.ID | PALOPO – Presiden Joko Widodo ke Palopo di sambut aksi demo dan dilempari kertas, tampaknya persoalan pemekaran luwu tengah masih menyisahkan sejumlah pertanyaan dan tuntutan bagi masyarakat Luwu Raya, terkhususnya Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, yang hingga kini masih menjadi isapan jempol belaka para politik elit.

Pasalnya, sebelum Presiden tiba di Bandara Bua, terjadi macet. Lantaran sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aksi Pembentukan Luwu Tengah itu menggelar aksi. Menghalang dan saling dorong dengan aparat kepolisian, tepatnya di Daerah Sampoddo, perbatasan antara Kabupaten Luwu dan Kota Palopo untuk menetralisasikan kendaraan yang sedang melintas di wilayah tersebut.

Demi untuk menetralisasikan arus pengguna jalan trans sulawesi, dan aksi dibubarkan oleh aparat kepolisian sejak Minggu Pagi, (23/12/2018).

Tak hanya itu, dua orang mahasiswa juga terpaksa diamankan oleh Pas Pampres dan diserahkan ke pihak kepolisan Polres Kota Palopo,Sulawesi Selatan.

Setelah tertangkap tangan melempari Presiden Jokowi Dodo dengan Kertas yang berisi permintaan kepada presiden untuk mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB).

Kedua mahasiswa tersebut, langsung melakukan aksi nekadnya. Lantaran mereka terus di halangi untuk bertemu presiden saat tiba di palopo.

Dua orang mahasiswa yang mengatasnamakan Wija To Luwu, tampak tenang. Saat diamankan oleh pihak Aparat Kepolisian Polres Kota Palopo.

Setelah sebelumnya, kedua mahasiswa tersebut sempat dikejar pas pampers lantaran kedapatan melempari Presiden Jokowi Dodo dengan kertas, yang berisi tuntutan mereka kepada presiden untuk mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB).

Presiden Joko Widodo Ke Palopo di Sambut Aksi Demo dan Dilempari KertasTak ingin perjuangan sia-sia, dua mahasiswa kemudian membuntuti rombongan presiden untuk melakukan aksi nekadnya dengan melempari presiden menggunakan kertas yang berisi tuntutan mereka sesaat presiden akan meninggalkan Kota Palopo menuju Bandara Bua, Luwu.

Para mahasiswa berharap, agar Presiden Jokowi Dodo segera mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru. Agar pembentukan wilayah Luwu Tengah dapat direalisasikan. Karena selama ini, wilayah ini hanya menjadi jualan politik, baik saat pemilihan Gubernur, Bupati dan Legislative.

Kedua mahasiswa ini pun langsung digiring pihak kepolsian polres kota palopo untuk  dilakukan penggeledahan. Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan terkait nasib kedua mahasiswa ini.

Kasus ini masih sementara dalam penyelidikan, untuk mematikan secara pasti penyebab keduanya berbuat aksi nekad. (ZB)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here