bangunan-kantor-bupati

PORTALNEWS.CO.ID | LUWU – Bangunan di Luwu bolong-bolong, terlihat mulai tua dan menghawatirkan terkhususnya Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang begitu gesit dalam mencanangkan program-program kerjanya selama ini. Namun terlihat miris dengan keberadaan kantornya, selain bangunannya yang bolong-bolong, terlihat juga mulai tua dan menghawatirkan dari setiap sudut padang mata warga yang hendak berkunjung  di sekitaran kantor tersebut.

Pasalnya, bangunan yang terletak di lantai dua tersebut, hingga kini plafonnya terlihat bolong dan beberapa bagiannya pun juga terlihat keropos, yang belum dibenahi oleh dinas terkait. Sehingga, menarik perhatian publik bagi warga yang hendak berkunjung. Rabu (9/1/2019).

Dari pantauan di lokasi, Terutama warga yang hendak berkunjung atau sedang ingin mengurus. Tampak mengeleng-geleng kepalanya, saat memandangi langit-langit bangunan diwilayah tersebut.

Ansi selaku Kasubag Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Luwu saat ditemui mengatakan “Ia, sudah lama posisi kantor seperti itu Pak?”

Tambahnya “Mau gimana lagi, kami hanya bawahan dan tidak ada pos anggaran untuk itu, ini kantor sudah lama sebelum jadi Dinas Pertanian, kurang lebih sekitar sepuluh tahunanan”. Tandasnya

Selain itu, Sultim 31 tahun saat ditemui, yang tepatnya berada di lantai bawah kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, juga sedang menoleh langit-langit bangunan di sekitaran kantor tersebut mengatakan “Sangat meyayangkan dengan keadaan kantor-kantor di belopa. Setiap kali saya datang kesini, ingin mengurus surat-surat”. Bebernya.

“Saya heran saja kak, setiap kali ke belopa. Bangunan-bangunan yang ada, tampak terlihat miris dan hanya bagus dari depan, luarnya saja”.

Lanjutnya “Tapi ketika kalau kita masuk kedalamnya, atau bagian belakan. Masih menyisahkan, sekelumit gudang pertanyaan yang terus terbenam di pikiran ku kak. Apalagi kalau kita naik di lantai dua dari sini menuju arah ruang kerja Wakil Bupati Luwu dan Bupati Luwu. Perhatikan maki di loteng-lotengnya, banyak sekali kotoran dan sarang burung. Bagaimana mie itu, kalau datang bedeng orang-orang penting dari pusat. Apa yang ada dipikirannya mereka itu Lee…” Ungkapnya

Saat di Tanya kenapa, ia dengan lantang menjawab “Seperti miris saja kak, karena yang kami tahu Kabupaten Luwu itu, selalu di kucurkan anggaran, dana yang begitu besar. Baik dari Jakarta, luar negeri dan bantuan-bantuan lain maupun yang dari Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Tapi ini kodong, daerah ku. Justru, kok mala miris.! Bangunan kantornya masih seperti ini saja, kemana anggaran-anggaran itu”.

Tambahnya lagi, “Bagaimana mi masyarakat mau makmur dan sejahtera, kalau infrastrukturbangunan kantornya saja seperti ini kesanya kak. Aneh ajha kak, lihatnya”. Sindir Sultim dengan lantang

Tak hanya itu, Kepala Dinas (KADIS) Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Luwu yang juga hendak ingin dimintai tanggapanya diruang kerjanya, namun sedang tidak berada di ruang kerjanya. Sehingga berita ini, dijadikan referensi bacaan publik. (ZB)