Proyek Jembatan Kementrian Mandek, Kontraktor Siluman

PORTALNEWS.CO.ID | LUWU – Demi mewujudkan percepatan suatu pembangunan di Daerah terkhususnya Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada tahun 2018, mendapat bantuan proyek pembangunan Jembatan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pusat dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sekaitan dengan hal itu, salah satu Anggota DPR RI asal Luwu Raya dari Fraksi Partai Demokrat Dr. Ir. H Bahrun Daido, M.Si ikut tercatok dalam pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tersebut. Dimana proses pekerjaannya dinilai asal-asalan. Mulai dari pengurangan volume dan tidak adanya papan proyek yang ditemukan warga pada lokasi kerja.

Warga yang tak ingin dimediakan namanya saat di temui mengatakan “pekerjaan Itu dikerja pada pertengahan tahun 2018, dan belum setahun sudah retak dan kemudian yang didapati di tukangnya yang kerja. Itu pasirnya disekop saja dan langsung dimasuk ke moleng, tanpa pakai ukuran. Langsung dikasih masuk semen begitu saja”. Tambah Warga lagi

“Berarti tidak ditahu, berapa campurannya. Apakah campuran 1-3, atau 1-5 itu yang tidak ditahu. Setelah itu, kami langsung menghentikan, melarang pekerjaan pada saat itu. Karena bisa bahaya dan dinilai tidak memenuhi aturan alias pengurangan volume pada fisik pekerjaan seperti asal-asalan saja. Sebab campuran bahannya di kurang, dan tidak pakai lori-lori. Tak ada papan proyek juga dilokasi kerja yang kami temui”.

“Jelang beberapa minggu kemudian, kami meninjau lagi lokasi. Pekerjaan itu, sudah tak berjalan, dan pekerjanya pun dari Makassar. Bukan orang disini Pak yang kerja, mestinya warga sekitar bisa juga diberdayakan.” Imbuh Warga saat di temui dikediamannya. Sabtu pagi (9/3/2019).

Terpisah, kami langsung menghubungi Anggota DPRD RI Pusat asal Luwu Raya dari Fraksi Partai Demokrat itu, melalui via telepon seluler Iparnya untuk minta waktu konfirmasi. Justru mala iparnya yang menjelaskan terkait pembangunan jembatan tersebut dan membantah kalau itu bukan Proyeknya Bahrun Daido, melainkan kemenrian dan soal pekerja tidak diketahuinya.

“Ahhh… jembatan apa itu, cimpu, cimpu, cimpu. siapa yang kerja itu”.

“Ohh.. jembatan gantung, itu bukan mandek, masih sementara di kerja. Itu kan, anu bahannya itu dikirim langsung. Bangunannya masih dikerja dan rangka besi. Anu harus publikasi, tidak mandek itu barangnya”.

Lanjutnya lagi “Kalau pekerjanya menunggu, dan kalau saya tidak salah, itu yang tender dari Kementrian PUPR Pusat, itu bapak hanya turunkan disini, dibantu ini. Tapi yang proses-proses itu semua dari kementrian melalui kontraktornyanya”. Bebernya Jumat (15/3/2019).

Tapi apalah daya, percakapan tersebut tak berujung pada Anggota DPR RI asal Luwu Raya itu, melainkan harapan menunggu dan akan dikabari lebih lanjut.

Namun tak sampai disitu, Mantan Kepala Desa Cimpu saat di temui di kantor desa untuk dimintai tanggapannya soal proyek jembatan Kementerian. Kepala Desa (Kades) Cimpu Alimuddin mengatakan dan membenarkan hal itu. “Ohh… Pak Mohon maaf, karena itu bangunan proyek punya pusat. yaa APBN, itu Aspirasi Bahrun Daido. Mohon maaf, waktu masuk itu pekerjanya tidak pernah konsultasi dengan kami. Saya tidak tahu siapa, mohon maaf, dan kalau soal itu.? saya tidak bisa berikan keterangan”. Minggu (17/3/2019).

“Jadi masuk ini barang, saya tidak pernah didatangi oleh konsultannya dan pekerjanya. Cuman waktu masuk saya kira mobil tongkang itu, hanya mobil ambil pasir. Setelah itu saya kasih singgah, minta tolong jangan hanya dilewati, kalau bisa di timbun-timbunlah, seperti itu Pak Ajis yaa” Tambah Alimuddin

Dan di pertanyakan lagi soal mandeknya pekerjaan ia menambahkan “bahwa ini lokasi belum di pasang tiang, mau dilihat dulu kekuatannya seperti itu tohh… kedua barang kali memang karena dulu pembebasan lahan masyarakat, saya tidak hadir, karena saya sakit, jadi saya mohon maaf tidak bisa jelaskan secara falid”.

“Ternyata itu mobil proyek, bahkan saya tidak tahu penyewa rumah saja tidak juga pernah datang sama kita, apakah datangi pak dusun atau tidak. jadi mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan, karena saya tidak tahu”.

“Tapi yang jelas, waktu datang ini barang. Saya langsung ditelepon, bahwa ada jembatan masuk, dari timnya pak Bahrun Daido, Pak Naja”. Bebernya lagi

“Ini barang dikasih tumbu bara, tapi dialihkan ke cimpu, dan saya di telpon sama pak Wakil Ketua DPRD dan Pak Camat. Seandainya ada dua jembatan gantung saya langsung di kasih, tapi saya tolak. Setelah itu na ambil pak camat, mau na kasih pindah di suli pantai”.

Sekaitan dengan adanya harapan menunggu, yang tak berujung pasti. Kami tetap melakukan penelusuran lebih lanjut, dengan adanya sejumlah nama-nama yang juga ikut tercatok dalam pelaksanaan proyek jembatan tersebut.

Sekedar di ketahui, Proyek Pembangunan jembatan tersebut. Terletak di muara sungai cimpu, yang menghubungan dua Desa, Yakni Desa Cimpu Selatan dan Desa Cimpu Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. (ZB)