Puskesmas Tidak Punya IPAL, Bisa Kena Sanksi

  • Whatsapp
Puskesmas Tidak Punya IPAL
Puskesmas Tidak Punya IPAL
banner 468x60

Luwu, Portalnews.co.id – Puskesmas tidak punya IPAL bisa kena sanksi, dan sebanyak 22 Puskesmas di Kabupaten Luwu, cuman 4 yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Karena tidak punya anggaran.

 

Muat Lebih

banner 300250

Dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Bambang Sukanto menjelaskan “Sesuai UU Nomor 32 tahun 2009, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tentang perijinan lingkungan, PP Nomor 101 pengolahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

 

Kalau ada prakarsa tidak menjalankan aturan pengolahan limbah B3 berdasarkan aturan dapat dikenakan sanksi administratif sampai pencabutan izin Kata Bambang.

 

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Limbah B3 Puskesmas di Kabupaten Luwu masih belum sempurna, dikarenakan terkendala perencanaan dan Dana.

 

“IPAL di Puskesmas Luwu semua sudah terpenuhi, tapi masih butuh penyempurnaan. Karena sumber dana dan perencanaan terbatas, ketersedian IPAL di Puskesmas yang sesuai aturan masih belum terpenuhi” ungkap Bambang saat ditemui diruang kerjanya.

 

Selain itu, pihak Puskesmas diminta segera untuk melengkapi segala peraturan-peraturan terkait IPAL. IPAL sudah ada dan sekarang tinggal soft dokumen perizinannya tentang ijin lingkungan. soft dokomen juga, kita anjurkan untuk mengurus perijinannya ke Dinas Lingkungan hidup tutupnya.

 

Selain itu, Dinas Kesehatan Luwu saat dikonfirmasi instalasi Pengolahan Air Limbah dan pengolahan Limbah B3.

 

Basuki Rahmat Bidang Pengadaan Dinas Kesehatan mengungkapkan “IPAL Puskemas Di Luwu baru 4 terpenuhi dari 22 Puskesmas di Kabupaten Luwu. Kalau pengolahan limbah B3 tanyakan langsung ke Puskemas” katanya.

 

Pengadaan IPAL dipuskemas terkendala anggaran karena anggaran pengadaan IPAL butuh 400 jutaan. Kita sudah berupaya bersurat ke Pusat dan Daerah melalui  Dinas Lingkungan Hidup tetapi anggaran terbatas.

 

Terpisah, menanggapi hal itu. Sejumlah Rumah Sakit tidak memiliki Instalasi pengelolaan limbah (IPAL) di luwu, maka ketua LSM PKPM Andi Baso Juli, SH bersama Aktivis luwu siap melakukan pengawal, dengan harapan limbah beracun tersebut tidak tertular hingga mengancam hilangnya nyawah bagi mahluk hidup, dan harapan bagi penggiak hukum diharapkan segera melakukan proses hukum. Tutupnya rabu, (17/7/2019).

 

Penulis: Andi

Editor: Zainuddin Bundu

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *