Revitalisasi Pembangunan Lapangan Sepak Bola Andi Jemma Belopa Menuai Sorotan

  • Whatsapp
Sepak Bola

Luwu, Portalnews.co.id – Dalam rangka Revitalisasi Pembangunan Lapangan Sepak Bola Belopa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu mengelontorkan Dana Anggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2019 sebesar Rp.2.425.567.000, (Dua Milliar Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Rupiah).

 

Read More

Sementara beberapa Anggota DPRD Luwu sorot, dan salah satunya Wahyu Napeng adalah Anggota DPRD Luwu dan juga Ketua Komisi 2 (Dua) dari praksi PAN angkat bicara. Bahwa Pembangunan Revitalisasi Lapangan Andi Jemma Belopa terkesan dipaksakan dan diduga tidak memenui Unsur regulasi.

 

Selain itu, Wahyu Napeng. Bahwa sebaiknya pemerintah Kabupaten Luwu mempertimbangkan dengan serius pembangunan Revitalisasi lapangan sepak bola Andi Jemma Belopa, tidak asal bangun hingga menghabiskan dana milliaran rupiah. Sebab ada yang lebih pokok penting untuk diprioritas guna meningkatkan kestabilan ekonomi merata dan berkeadilan. Jumat, (12/12/2019)

 

BACA JUGA : Kapolsubsktor Bontonompo Selatan Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

 

“Bila kita memperhatikan pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Yang selama ini sebagai andalan untuk mendongkrat hasil pertumbuhan ekonomi di tana luwu, tentu sangat tidak masuk akal jika dana yang digelontorkan eksekutif pemerintah luwu cuman rata-rata total per Organisasi Prankat Daerah (OPD) diatas hanya sebesar Rp.5 Milliar lebih saja. Dan itu sudah termasuk sarana dan prasarana”. Ucap Wahyu.

 

Wahyu Napeng, bahwa revitalisasi pembangunan lapangan sepak bola Andi Jemma Belopa. Selain sudah mendapatkan nilai anggaran perubahan melalui dana APBD Tahun 2019, ini malah ditambah lagi melalui anggaran APBD pokok Tahun 2020 yang kisarannya sebesar 9.4 Milliar. Termasuk peruntukannya lapangan salutubu, Bua, dan Ponrang. Apakah ini bukan pemborosan Anggaran, alias tidak tepat sasaran tentu ia tanpa mempertimbangkan yang lebih pokok.

 

“Saat ini. Wahyu napeng mengatakan bahwa, kita masih kekurangan pembangunan saluaran Air, seperti irigasi kelompok P3A, yang pada dasarnya sangat membantu para petani sawah dan pekebun.

 

Sementara luas Wilayah lahan pertanian di tana luwu mencapai kurang lebih 3000 Hektar, mengapa tidak di fokuskan saja dana pada pembangunan tersebut. Dan itu lebih potensial menjamin hasil pertumbuhan ekonomi di luwu, ketimbang lapangan sepakbola yang menelan dana Milliaran Rupaih tanpa memberi hasil plus”. Tandasnya.

 

BACA JUGA : Warga Palopo Terancam Kriris Air Bersih Hingga 90 Persen

 

“Mari kita buka mata dan fikiran, bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian ditana luwu mencapai kisaran 54%. Sementara penyerapan tenaga kerja mencapai kisaran 61%, apakah tidak lebih menguntungkan, ketimbang pembangunan lapangan sepak bola. Namun pokok pentingnya, mari kita lestarikan atau lebih fokus saja kepada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Agar pertumbuhan ekonomi lebih meningkat dan maju. Sebab inilah yang menjadi harapan hidup rakyat”. Pungkas Wahyu Napeng dengan kata merinding dan harus pro rakyat.

 

Selain itu, selaku Direktur Eksekutif lembaga LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Dan Masyarakat (PKP-M) Andi Baso Juli, SH menjelaskan bahwa, jika memang pembangunan Revitalisasi lapangan sepak bola Andi Jemma Belopa tidak memenuhi unsur dan terkesan diduga di paksakan.

 

Maka seyogjanya bagi pihak penegak hukum kepolisian, kejaksaan, dan bahkan KPK sebaiknya segera lakukan Audit. Dengan harapan, pembangunan sepak bola tersebut, berada pada tepat sasaran dan lebih pada asas manfaat. Agar harapan Masyarakat luwu terkesan menjadi lebih maju dan sejaterah.

 

Penulis : Andi

Aditor : Zainuddin Bundu

Portal-News-720x90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia

Related posts