Soal Demo Buruh di Morowali Ricuh, Begini Tanggapan Menteri Ketenagakerjaan

PORTALNEWS.CO.ID | JAKARTA – Soal demo buruh di morowali ricuh bukan menolak TKA China ungkap Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. Dia membantah aksi mogok yang dilakukan ribuan buruh di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dilakukan oleh pekerja asing asal China.

Aksi mogok kerja yang dilakukan pada hari Kamis, 23 Januari 2019 lalu, tidak ada kaitannya dengan penolakan tenaga kerja asing (TKA). Melainkan, terkait dengan Upah Minimum Sektoral (UMSK) di Kabupaten Morowali. Ungkapnya Hanif yang di langsir dari akun Twitter pribadinya @hanifdhakiri, Jumat (25/1/2019).

Menurut Hanif, persoalan UMSK itu juga sudah ditangani pemerintah Kabupaten Morowali. Terkait dengan beredarnya video di media social, soal aksi mogok kerja yang didominasi pekerja asing asal China.

Tambah Hanif, Dia mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan berita palsu.

Sebab, aksi mogok ribuan buruh di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Bahkan, ribuan buruh menggelar aksi mogok untuk mendesak Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengeluarkan keputusan untuk menaikkan UMSK tahun 2019.

Aksi itu sempat viral di media social, dalam sebuah video yang berdurasi 2 menit 5 detik, terdengar suara yang menarasikan bahwa aksi itu tersebut didominasi oleh pekerja asing asal China. Selain, ada juga video yang menyebut demo itu untuk menolak dominasi pekerja asing.

Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, Umar Rasyid pun sudah meminta buruh agar tidak mengintimidasi manajemen perusahaan dalam proses pembahasan UMSK.

Lebih lanjut, kata Umar, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan peraturan lainnya yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait UMSK, menyatakan inti dari penetapan UMSK adalah kesepakatan bersama antara buruh, pemerintah dan perusahaan.

Dia menganggap aksi unjuk rasa, orasi dan mogok kerja merupakan bentuk dari pengancaman dan intimidasi yang dilakukan salah satu pihak kepada pihak lainnya. Polisi menyatakan saat ini situasi di kawasan IMIP sudah terkendali. (Int)

1 KOMENTAR