Soal Tarif Listrik Mahal, Arifuddin : Karena Kondisi Covid-19 dan Kebijakan PSBB

  • Whatsapp
Soal Tarif Listrik Mahal

Luwu, Portalnews.co.id – Dengan adanya bencana kenaikkan tarif listrik di tengah-tengah pandemi Covid 19, terkhusus masyarakat Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan

BACA JUGA : Warga Pertanyakan Harga Listrik Dan Tambang di Acara Reses HMD

Manager PLN ULP Belopa, Arifuddin saat dihubungi via selulernya menanggapi “Para pelanggan PLN yang kami hormati, PLN sangat bersimpati kepada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan Perhitungan tagihan listrik terdiri dari 2 komponen utama, yaitu PEMAKAIAN LISTRIK dikalikan dengan TARIF LISTRIK. Sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Jadi kenaikan tagihan listrik adalah karena adanya pemakaian. Dan PLN juga menegaskan TIDAK ADA SUBSIDI SILANG pada bulan Maret petugas PLN tidak melakukan pencatatan meter karena kondisi Covid-19 dan kebijakan PSBB, sehingga tagihan bulan April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya. Metode ini menjadi standar pencatatan di seluruh dunia. Dan pada bulan April baru 47% petugas PLN yang diturunkan untuk mencatat meter untuk tagihan bulan Mei, sehingga pendataan belum terpetakan seluruhnya. Hal ini disebabkan karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Pada bulan Mei hampir 100% dari pelanggan didatangi petugas untuk catat meter”. Imbuhnya. Selasa (23/6/2020) pukul 23:44 (WITA).

Read More

Soal Tarif Listrik Mahal
Soal Tarif Listrik Mahal

BACA JUGA : Program PTSL Luwu Beraroma Korupsi, Begini Kronologisnya

Tak hanya itu, Arifuddin juga menambahkan bahwa “Kebijakan PSBB dan beraktivitas di rumah selama pandemic Covid-19 telah meningkatkan pemakaian listrik. Melonjaknya pemakaian listrik pada Mei juga disebabkan karena bertepatan dengan bulan puasa, dimana warga mulai aktif menyalakan lampu dan peralatan elektronik sejak dini hari ditambah kebijakan bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah yang dimulai sejak pagi. Bahkan sampai malam sepanjang bulan Mei, sehingga puncak tagihan muncul pada bulan Juni. Kenaikan tagihan ini 100% karena adanya kenaikan pemakaian listrik. Untuk memudahkan pelayanan bagi pelanggan yang mengalami lonjakkan tagihan, PLN memberikan fasilitas pelaporan kepada pelanggan, dengan menyertakan foto angka stand meter pada saat pelaporan ke Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) terdekat”. Kunci Arifuddin (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia