Tak Hanya Warga Sipil di Pungli, Anggota TNI Pun Diembat Aparat Lurah

  • Whatsapp
Tak Hanya Warga Sipil di Pungli

Luwu, Portalnews.co.id – Masih berkisaran Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan Bupati Luwu H. Basmin Mattayang sejak beberapa tahun terakhir, berujung pada pungutan liar (Pungli) berkepanjangan.

BACA JUGA : TP-PKK Desa Senga Selatan Sukseskan Lomba Desa Sehat

Tak hanya pada kalangan masyarakat saja, melainkan Anggota TNI pun dilibas oleh oknum-oknum Lurah Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan dibawah garis pimpinan Komado Sukmawati Gusalim. Sebagaimana harapkan besar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak berjalan sesuai amanah program yang berdasarkan peraturan 3 menteri itu.

Read More

Pasalnya, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini, menjadi buah bibir warga. Baik dikalangan masyarakat sipil maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI), terkait tarif maupun adanya perilaku yang tidak etis oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan pemerintah kelurahan.

Anggota TNI Pun Diembat Aparat Lurah

Dari penelusuran di lapangan, salah satu Anggota TNI (Anggota Danramil) yang tak ingin dimediakan namanya (Sumber Rahasia) menjelaskan bahwa dirinya, dimintai uang oleh oknum aparat lurah, sebesar Rp. 400.000,- ribu rupiah. Rabu malam (24/6/2020) pukul 22:54 (Wita).

“Kami tidak tahu sebenarnya berapa biayanya, dan kami hanya mengikuti saja arahan. Pertama saya bayar sama emma Rp. 300.000,-”. Lanjut Warga berpangkat serma itu, yang juga merupakan warga kelurahan suli.

BACA JUGA : Soal Tarif Listrik Mahal, Arifuddin : Karena Kondisi Covid-19 dan Kebijakan PSBB

“Kedua, saya dihubungi kepala lingkungan Lempo Kasi. Komadan kesini, sertifikat sudah jadi di kelurahan suli. Kemudian tiba-tiba saya disampaikan ada biaya tambahan Rp. 100.000,- “Emma” juga yang terima itu uang. Cuman pada saat itu saya tidak sempat bawah duit, jadi saya pulang kerumah mengambil uang lagi. Saya sudah tidak ingat bulan berapa”. Tutupnya

Sekedar diketahui, selain pungutan liar sertifikat pada ratusan warga. Pihak kelurahan juga tengah melakukan pungutan-pungutan liar kepada sejumlah warga di beberapa lingkungan, untuk membiayai pembelian tanah. Untuk dijadikan tempat pemakaman Rp. 150.000,-. Termasuk uang pungutan Sholat Idul Fitri dan Hari Raya Qurban di perbincangkan. “Dana Kelurahan Dikemanakan, Warga Selalu di Mintai”. (ZB)

Related posts

Portal-News-729X90 Portal TV - Channel Streaming Indonesia