Terjerat Kasus Korupsi, Pembantu Senior Presiden Malawi Mengundurkan Diri

  • Whatsapp
Terjerat Kasus Korupsi
Terjerat Kasus Korupsi

Terjerat Kasus Korupsi, pembantu senior Presiden Malawi Peter Mutharika, Uladi Mussa mengundurkan diri dari posisinya menyusul tuduhan korupsi yang dikatakan Amerika Serikat pada Juli 2019. Mussa hingga 8 Agustus adalah penasehat presiden untuk urusan parlemen. Dia mengajukan pengunduran dirinya kehadapan presiden karena kasus korupsi.

Meskipun mundur dari pemerintahan, ia tetap mempertahankan jabatannya sebagai wakil presiden Partai Progresif Demokratik ( DPP ) yang berkuasa untuk Wilayah Tengah.

Read More

Dilansir surat kabar Malawi Nation milik swasta , Negara menuduhnya melakukan kesalahan dalam penerbitan kewarganegaraan Malawi untuk 50 warga asing.

Laporan itu mengutip seorang pejabat urusan publik Kedutaan Besar AS Douglas Johnston, yang mengatakan Washington didorong oleh pengunduran diri tersebut.

Dia mengatakan dalam tanggapan tertulis: “Pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa Mussa terlibat dalam korupsi yang signifikan saat menjabat sebagai menteri Dalam Negeri Malawi, dan, oleh karena itu, kehadirannya dalam pemerintahan tidak lagi konsisten dengan kondisi saat ini. administrasi, yang secara terbuka menyatakan tekadnya untuk membasmi dan memberantas korupsi. ”

Terdakwa dan istrinya Cecilia dilarang masuk ke Amerika Serikat karena tuduhan “korupsi signifikan”, kata Kedutaan Besar AS.

Dalam kasusu tersebut “Sekretaris Negara memiliki informasi yang dapat dipercaya, menyatakan bahwa pejabat asing telah terlibat dalam korupsi besar-besaran atau pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Orang-orang tersebut dan anggota keluarga dekat mereka tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat,” bunyi pernyataan kedutaan.

Dikatakan Mussa telah terlibat dan mendapat manfaat dari korupsi publik sehubungan dengan tugas resminya sementaranya sebagai menteri dalam negeri tahun 2012-2014 ketika ia bertugas di pemerintahan mantan presiden Joyce Banda.

Mussa ditangkap pada Maret tahun lalu dan didakwa melakukan penyalahgunaan jabatan oleh biro antikorupsi negara Afrika selatan terkait dengan penerbitan paspor Malawi kepada orang asing selama masa jabatannya sebagai menteri.

Mussa membantah tuduhan itu. Dia mengatakan kepada Reuters bahwa dia terkejut dengan keputusan AS karena kasusnya masih berlangsung.

Mutharika bersumpah pada bulan Mei bahwa ia tidak akan membiarkan siapa pun ditemukan menyalahgunakan posisi resmi mereka, dalam tanggapan yang jelas terhadap tuduhan korupsi yang menandai masa jabatan pertamanya. dikutip dari africanews.com (Int)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *